Mengenal Investasi Reksadana

13 Likes Comment
investasi reksadana

Kondisi pandemi yang ikut mengguncang perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2020 hingga 2021, seperti menjadi trigger tersendiri bagi warga Indonesia untuk mulai mengenal investasi reksadana, saham, dan jenis investasi lainnya.

Momen pandemi covid-19 ini seolah berhasil ‘menampar’ banyak warga Indonesia mengenai pentingnya berinvestasi untuk masa depan. Investasi adalah aktifitas yang susah-susah gampang.

Bagi masyarakat awam yang sebelumnya belum pernah melakukan investasi tapi tertarik untuk mencoba, ada baiknya memulai dari instrumen investasi berisiko rendah.

Mengenal Investasi Reksadana Bagi Investor Pemula

investasi reksadana

Jika Anda adalah investor pemula yang bingung harus memulai dari mana, bisa untuk memulai dari instrumen investasi yang paling aman atau berisiko rendah.

Pada dasarnya terdapat 4 jenis instrumen investasi yang dapat kita katakan paling minim risiko yaitu deposito, emas, reksadana pasar uang, dan reksadana pendapatan tetap.

Berbicara soal emas, saya dulu pernah membahas tuntas bagaimana cara investasi emas yang tepat dan menguntungkan bagi pemula.

Bandingkan dengan deposito dan emas, istilah reksadana memang masih belum terlalu familiar oleh masyarakat.

Apa sih reksadana itu? Apa keuntungannya dibanding investasi emas dan deposito? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Investasi Reksadana?

Reksadana adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana berbagai investor untuk nantinya dikelola oleh Manajer Investasi ke dalam berbagai portofolio efek.

Mudahnya, reksadana bisa diibaratkan sebagai wadah yang menampung dana investasi masyarakat.

Dana yang sudah tertampung tersebut nantinya akan terolah sebaik mungkin oleh sebuah lembaga Manajer Investasi (MI) dan akan investasikan ke berbagai portofolio efek seperti deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), obligasi, hingga saham.

Jenis-jenis Reksadana

investasi reksadana

Sebelumnya sudah saya katakan ada 2 jenis reksadana yaitu reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Walaupun sama-sama reksadana tapi keduanya memiliki perbedaan.

Selain kedua reksadana itu, terdapat 2 jenis lain reksadana. Menurut investbro ada 4 jenis reksadana, yaitu:

1. Investasi Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki risiko paling rendah dan paling likuid.

Karena paling rendah risikonya, reksadana pasar uang memberikan imbal hasil yang tidak begitu besar sehingga cocok untuk investasi jangka pendek di bawah 1 tahun.

Produk pasar uang yang biasanya orang jadikan investasi reksadana pasar uang adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan lainnya.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang mengalokasikan sekurangnya 80% aktiva dalam bentuk utang atau obligasi dan sisa 20%-nya akan ter-alokasikan ke produk pasar uang.

Investasi jenis ini memiliki risiko lebih besar dibanding reksadana pasar uang namun return yang akan dihasilkan tentunya akan lebih tinggi. Cocok dipilih bagi investor yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu 1-3 tahun.

3. Investasi Reksadana Campuran

Seperti namanya, reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang terdiri dari beberapa portofolio efek. Reksadana jenis ini merupakan kombinasi dari efek saham, obligasi, dan pasar uang.

Adanya unsur saham dalam reksadana ini membuat risiko menjadi sedikit lebih tinggi namun masih bisa teratasi karena adanya unsur obligasi dan pasar uang.

Reksadana campuran cocok untuk yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu 3-5 tahun.

4. Reksadana Saham

Ini merupakan jenis reksadana yang paling tinggi tingkat risikonya namun memiliki imbal hasil yang paling tinggi.

Reksadana ini cocok bagi investor yang memiliki kesabaran tinggi dan cocok dipilih untuk jangka investasi di atas 5 tahun.

ARTIKEL MENARIK : “Aplikasi Terbaik Untuk Investasi Emas Lengkap Dengan Perbandingan Harganya”

Mengapa Harus Reksadana?

investasi reksadana

Apabila kita bandingkan emas dan deposito reksadana memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

1. Tidak Perlu Dana Besar untuk Memulai

Anda sudah bisa berinvestasi reksadana hanya dengan Rp10.000,- saja. Selain itu, saat ini sudah banyak aplikasi hingga market place besar di Indonesia yang menyediakan produk reksadana sehingga akses investasi menjadi sangat mudah.

Hal ini tentunya berbeda dengan emas atau deposito yang membutuhkan uang ratusan ribu bahkan jutaan untuk memulai.

2. Reksadana Dikelola oleh Profesional di Bidangnya

Meskipun Anda adalah investor pemula yang belum paham soal kinerja keuangan perusahaan Anda tidak perlu takut karena uang yang diinvestasikan di reksadana sepenuhnya akan dikelola oleh MI yang sudah ahli dan berpengalaman.

Keberhasilan investasi Anda dalam eksadana sangat ditentukan oleh MI. Pastikan MI yang Anda pilih memiliki historiyang baik.

3. Investasi Lebih Aman karena Bervariasi

Prinsip don’t put your eggs in only one basket adalah prinsip semua investor untuk mencegah kerugian besar yang bisa terjadi bila salah satu instrumen sedang lesu.

Reksadana dengan 4 jenisnya memungkinkan Anda untuk bisa menaruh uang Anda pada beberapa ‘wadah’ sehingga risiko kerugian bisa teratasi.

Akhir Kata

Keberadaan reksadana jelas sangat membantu investor-investor pemula dalam melakukan kegiatan investasi. Setelah ini jangan pernah ragu untuk lebih mengenal investasi reksadana dan instrumen investasi lainnya, ya.

Demikianlah artikel lengkap seputar investasi reksadana, semoga informasi yang saya berikan bisa bermanfaat dan selamat mencoba.

Baca Juga:

Tentang Penulis: Aldo Faisal Umam

I like a teacher who gives you something to take home to think about besides homework.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *