4 Jebakan yang Membuat Motivasi Kerja Karyawan Menurun, Banyak yang tidak Sadar

12 Likes Comment
Motivasi Kerja Menurun

Motivasi kerja adalah kemauan untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda-nunda, bertahan dalam gangguan apapun, dan berusaha sebaik mungkin agar dapat mensukseskan setiap pekerjaan.

Motivasi kerja karyawan menurun membuat pekerjaan tidak maksimal dan anda harus segera mengtahui penyebab dan masalah yang membuat motivasi maupun kinerja anda menurun.

Kuncinya adalah penyebabnya harus kita identifikasi terlebih dahulu secara akurat alasan kurangnya motivasi dan kemudian menerapkan strategi yang ditargetkan untuk dapat kembali termotivasi dalam bekerja.

Alasan-alasan ini terbagi dalam empat kategori jebakan motivasi yang kita sebut jebakan yang membuat motivasi kerja menurun, Yaitu:

  1. Ketidakcocokan dalam pekerjaan
  2. Ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan
  3. Emosi yang mengganggu
  4. Tidak tahu apa yang salah

Masing-masing dari empat jebakan ini memiliki penyebab yang berbeda dan strategi yang berbeda pula untuk mengatasinya.

Berikut adalah empat jebakan yang membuat motivasi kerja karyawan menurun dan strategi bagi para manajer untuk membantu karyawan keluar dari kebakan tersebut.

Jebakan Pertama, Ketidakcocokan dalam pekerjaan: “Saya tidak suka untuk melakukan hal ini”.

Bagaimana jebakan ini menjerat karyawan: Ketika sebuah tugas tidak berkaitan atau berkontribusi pada sesuatu yang bernilai pekerjaan (tidak terkait dengan tugas aslinya), mereka tidak akan termotivasi untuk melakukannya.

Ketika seorang admin dalam perusahaan harus ditugaskan untuk mengangkut barang digudang dalam jumlah banyak, maka saya pastikan dia tidak suka melakukannya. Bagi dia itu bukanlah pekerjaannya.

Ketidaksukaan akan menghadirkan ketidakpuasan.

Abduweb.

Jika tugas yang diberikan kepada karyawan diluar dari pekerjaannya, maka pimpinan harus memberikan nilai pada tugas tambahan tersebut. Nilai tersebut adalah minat, atau seberapa menarik tugas itu bagi mereka. Untuk itu, cari hubungan antara tugas tambahan dan hal-hal yang menurut karyawan menarik untuk melakukannya.

Selain minat seorang pimpinan atau manajer dapat memberikan penjelasan yang benar kenapa tugas itu diberikan kepadanya dan apa manfaatnya, dan pastikan karyawan benar – benar mengerti agar dia menjadi suka melakukannya.

Nilai penting lainnya adalah seberapa penting tugas tersebut. Identifikasi cara-cara untuk menyoroti betapa pentingnya tugas ini untuk mencapai misi tim atau perusahaan.

Ketika seorang karyawan tidak menghargai tugas yang diberikan pimpinan dan mungkin nampak ketidaksesuaian, Maka cara terbaik bagi manajer adalah mencoba untuk menarik beberapa nilai di atas. Satu atau lebih dari mereka dapat melaksanakan tugas tersebut dengan baik.

Jebakan Kedua, Ketidakmampuan Menyelesaikan Pekerjaan: “Saya rasa saya tidak bisa melakukan ini”

Bagaimana cara ini menjebak karyawan: Ketika karyawan yakin mereka tidak memiliki kapasitas untuk melakukan tugas, mereka tidak akan termotivasi untuk melakukannya.

Pekerjaan yang terlalu berat adalah ketika dikerjakan diluar kapastitas dan kemampuannya yang terus dipaksakan. Hal ini bisa menyebabkan stres dalam bekerja. Akhirnya pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan baik.

Pekerjaan akan terasa sangat sulit diselesaikan ketika saat itu juga kita menyangka sangat sulit untuk dikerjakan

Abduweb.

Cara membantu karyawan keluar dari ini: Bangun rasa percaya diri dan kompetensi karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan menunjukkan keberhasilan – keberhasilan mereka di masa lalu.

Saat berurusan dengan karyawan seperti itu, seagai pimpinan penting untuk tidak memberikan tantangan secara mendadak (sangat sulit). Berikan tantangan secara bertahap dan sertakan reward jika mereka berhasil melakukannya.

Sebaliknya, bagi seorang pegawai tunjukkan kepada diri sendiri bahwa perasaan tidak mampu tersebut hanyalah dugaan semata. Semua tantangan bisa dilewati dengan keyakinan, dengan meningkatkan kompetensi sesuai dengan tantangan yang diberikan.

Jebakan Ketiga, Emosi yang Mengganggu: “Saya terlalu kesal untuk melakukan ini”

Bagaimana perangkap ini menjerat karyawan: Ketika karywan bekerja dalam keadaan memiliki emosi negatif, seperti kegelisahan, kemarahan, atau depresi, maka mereka tidak akan termotivasi untuk menyelesaikan tugas.

Setiap karyawab pasti tak terhindar dari masalah baik secara pribadi maupun masalah dalam perusahaan yang membuat menibgkatkan emosi. Jika emosi itu dibawa dalam pekerjaan maka hanya akan merusak suasana kerja. Idealnya kendalikan diri atau berhenti untuk menenangkan diri.

Jika Anda memiliki batas tegas antara profesional dan personal, pasti akan canggung untuk membicarakan hal itu

Rollert

Cara membantu karyawan keluar dari jebakan ini: mulailah dengan membuat percakapan secara tertutup dengan karyawan tersebut. Terangkan maksud percakapan untuk membantunya melunakan emosinya.

Berusahalah untuk mendengar apapun yang ingin iya katakan tentang masalahnya. Sebisa mungkin ajukan solusi yang tepat. Kemudian sampaikan secara halus bahwa masalah pribadinya dapat mempengaruhi lingkungan tim maupun perusahaan.

Jika emosi tidak melunak dengan waktu dan usaha atau jika mereka muncul dari luar tempat kerja, misalnya, mungkin disarankan untuk membantu karyawan mengakses konseling.

Bagi setiap karyawan harus benar – benar memahami bahwa masalah emosinya dapat menurunkan produktivitasnya jika tak kunjuk melunak. Kemudian dapar berdampak pada lingkungan pekerjaan yang tidak kondusif apabila rekan kerja merasa terganggu.

Kenali juga masalah dan alasan sebenarnya yang membuat karyawan memutuskan keluar dari pekerjaanya.

Jebakan Keempat, Ketidaktahuan permasalahan: “Saya tidak tahu apa yang salah dengan ini”

Bagaimana jebakan ini menjerat karyawan: Ketika karyawan tidak dapat secara akurat mengidentifikasi alasan menurunnya motivasi mereka dalam suatu pekerjaan, atau ketika mereka menghubungkan usaha mereka dengan alasan di luar kendali mereka, maka mereka tidak akan termotivasi untuk melakukannya.

Kondisi yang seperti itu bisa dipastikan terjadi karena karyawan tidak memiliki tujuan kenapa ia berada di sana. Bahkan tujuan untuk bertahan dalam pekerjaan pun mereka tak punya.

Semuanya akan bisa di raih jika kita memiliki alasan yang kuat

Abduweb.

Cara membantu karyawan keluar dari jebakan ini: Bantu karyawan berpikir jernih tentang penyebab masalah mereka terhadap suatu pekerjaan. Ketidaktahuan terhadap masalah sering terjadi ketika karyawan tampaknya banyak beralasan untuk tidak menyelesaikan pekerjaan.

Membantu karyawan mengidentifikasi persis mengapa tugas itu tampaknya tidak dapat diatasi dapat membantu mereka melewati keadaan yang seperti ini, karena dapat memgganggu ritme dalam bekerja.

Bagi karyawan harus mau mengatakan apa masalah sebenarnya, dan disarankan tidak mengatakan bahwa itu diluar kendali karena akan sulit di identifikasi. Dan pastikan tidak menyalah orang lain.

Dari mesing – masing keempat jebakan motivasi tersebut jika kita mendapati salah satunya maka temukan penyebabnya dan lakukan strategi untuk mengatasinya serta segeralah kembali dengan performa terbaik dalam pekerjaan

Baca Juga:

Tentang Penulis: Abdurokhim

Suka menulis dan punya ketertarikan dalam dunai teknologi, bisnis dan desain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *